Lewati ke konten utama
Gloskin
ID
EN
Dermatolift

Kantung Mata dan Mata Panda: Penyebab, Perbedaan, dan Cara Mengatasinya

Area bawah mata memang termasuk bagian wajah yang paling mudah membuat seseorang terlihat kurang segar. Ada yang mengalami warna kehitaman, ada yang terlihat cekung, dan ada juga yang memiliki tonjolan seperti kantung di bawah mata.

By dr. Prissilma Tania Jonardi Sp. DVE 6 menit baca


Pernah merasa wajah terlihat lelah padahal tidur sudah cukup?

Area bawah mata memang termasuk bagian wajah yang paling mudah membuat seseorang terlihat kurang segar. Ada yang mengalami warna kehitaman, ada yang terlihat cekung, dan ada juga yang memiliki tonjolan seperti kantung di bawah mata.

Meski sering dianggap sama, mata panda dan kantung mata sebenarnya bisa memiliki penyebab yang berbeda. Karena itu, cara mengatasinya pun tidak selalu sama.

Mata Panda dan Kantung Mata, Apa Bedanya?

Istilah mata panda atau dark circles biasanya digunakan untuk menggambarkan area bawah mata yang terlihat lebih gelap.

Penyebabnya bisa bermacam-macam, mulai dari pigmentasi, pembuluh darah yang lebih terlihat, kulit bawah mata yang relatif tipis, hingga bayangan yang terbentuk karena adanya cekungan atau perubahan struktur di area bawah mata.

Sementara itu, kantung mata atau eyebag lebih mengarah pada adanya tonjolan atau pembengkakan di bawah mata.

Pada sebagian orang, kondisi ini dapat berkaitan dengan penumpukan cairan. Namun pada kantung mata yang menetap, perubahan struktur area bawah mata dan menonjolnya lemak orbita juga dapat berperan.

Jadi, area bawah mata yang terlihat gelap belum tentu memiliki kantung mata, begitu pula sebaliknya.

Kenapa Kantung Mata Bisa Muncul?

Seiring bertambahnya usia, struktur di sekitar mata juga mengalami perubahan.

Jaringan penyangga area bawah mata dapat menjadi lebih lemah, kulit mengalami perubahan elastisitas, dan posisi jaringan lemak dapat berubah. Kombinasi perubahan tersebut dapat membuat bagian bawah mata terlihat lebih menonjol atau membentuk kantung.

Beberapa kondisi yang dapat memengaruhi tampilannya antara lain:

1. Perubahan struktur akibat penuaan

Area bawah mata terdiri dari kulit, otot, ligamen, lemak, dan struktur tulang yang saling berhubungan.

Ketika struktur penyangganya berubah seiring usia, area bawah mata dapat terlihat lebih kendur, cekung, atau menonjol.

2. Lemak di bawah mata semakin terlihat

Di belakang area bawah mata terdapat bantalan lemak orbita. Perubahan struktur penyangga dapat membuat bantalan lemak tersebut terlihat semakin menonjol ke depan.

Inilah yang sering memberikan tampilan seperti “kantung” yang tetap terlihat meskipun seseorang sudah cukup tidur.

3. Tear trough semakin terlihat

Tear trough adalah cekungan yang berada di antara kelopak mata bawah dan pipi bagian atas.

Ketika cekungan ini semakin dalam, bayangan yang terbentuk dapat membuat kantung mata terlihat lebih jelas sekaligus memberikan kesan dark circles.

4. Penumpukan cairan

Tidak semua kantung mata berasal dari lemak.

Pada beberapa kondisi, pembengkakan sementara atau edema juga dapat membuat area bawah mata terlihat lebih sembap. Kondisi seperti ini dapat berubah dari waktu ke waktu dan berbeda dengan tonjolan lemak yang bersifat struktural.

Kalau Sudah Tidur Cukup, Kenapa Masih Ada?

Karena tidur bukan satu-satunya faktor.

Kurang tidur memang dapat membuat area mata terlihat lebih lelah atau memperjelas dark circles pada sebagian orang. Tetapi jika penyebab utamanya adalah pigmentasi, tear trough, skin laxity, atau lemak orbita yang menonjol, tidur lebih lama saja tentu tidak akan mengubah struktur tersebut.

Artinya, kalau kantung mata tetap terlihat setiap hari meskipun pola tidur sudah cukup baik, penyebabnya mungkin bukan sekadar kelelahan.

Apakah Eye Cream Bisa Menghilangkan Kantung Mata?

Eye cream tetap memiliki fungsi, tetapi perlu memahami batasannya.

Produk topikal dapat membantu merawat kondisi kulit di sekitar mata, misalnya menjaga kelembapan atau membantu mengatasi masalah pigmentasi dan tanda penuaan kulit tertentu, tergantung kandungan yang digunakan.

Namun, eye cream tidak dapat memindahkan atau menghilangkan bantalan lemak orbita yang sudah menonjol.

Karena itu, apabila keluhan utamanya berasal dari perubahan struktur atau lemak di bawah mata, hasil yang diharapkan dari skincare saja tentu terbatas.

Lalu, Treatment Apa yang Bisa Dipertimbangkan?

Tidak ada satu treatment yang cocok untuk semua jenis masalah bawah mata.

Sebelum menentukan tindakan, dokter perlu melihat apakah keluhan utamanya berasal dari cekungan, pigmentasi, kualitas kulit, skin laxity, edema, atau tonjolan lemak.

Secara umum, beberapa pilihan yang dapat dipertimbangkan antara lain:

Kondisi yang Ditemukan

Treatment yang Dapat Dipertimbangkan

Tear trough / volume loss

Hyaluronic Acid Filler

Skin laxity atau perubahan kualitas kulit

Radiofrequency (RF), laser, atau skin rejuvenation tertentu

Pigmentasi area bawah mata

Treatment disesuaikan dengan penyebab pigmentasi

Herniasi lemak / kantung mata struktural

Lower Blepharoplasty

Pilihan akhirnya tetap perlu disesuaikan dengan anatomi dan kondisi masing-masing pasien.

Hyaluronic Acid Filler untuk Tear Trough

Filler berbahan hyaluronic acid dapat digunakan pada pasien tertentu dengan tear trough atau kehilangan volume di area bawah mata.

Tujuannya bukan untuk “menghilangkan lemak”, tetapi membantu memperbaiki transisi antara kelopak mata bawah dan pipi sehingga cekungan dan bayangan di area tersebut tampak lebih halus. Sejumlah systematic review dan meta-analysis menunjukkan bahwa HA filler dapat efektif untuk koreksi tear trough pada kandidat yang sesuai.

Namun, area bawah mata merupakan area yang membutuhkan evaluasi dan teknik injeksi yang tepat karena filler juga memiliki risiko, termasuk pembengkakan berkepanjangan, benjolan, perubahan warna, atau komplikasi lainnya.

RF dan Laser untuk Area Bawah Mata

Jika masalah utamanya berkaitan dengan kualitas kulit, kerutan halus, skin laxity, atau pigmentasi tertentu, dokter dapat mempertimbangkan teknologi berbasis energi seperti radiofrequency atau laser.

Treatment ini bekerja dengan mekanisme yang berbeda-beda tergantung teknologi yang digunakan. Karena itu, RF atau laser tidak otomatis menjadi solusi untuk setiap kantung mata, terutama jika masalah utamanya berasal dari tonjolan lemak.

Bagaimana Jika Kantung Mata Berasal dari Lemak?

Jika ditemukan tonjolan lemak orbita yang cukup signifikan, lower blepharoplasty dapat menjadi salah satu pilihan yang dipertimbangkan.

Dalam prosedur ini, dokter dapat melakukan penanganan terhadap lemak yang menonjol melalui pengurangan atau reposisi lemak, tergantung anatomi dan kebutuhan pasien. Pada kondisi tertentu, kelebihan kulit dan struktur lain di area bawah mata juga perlu diperhitungkan.

Pendekatan bedahnya pun tidak hanya satu. Terdapat teknik transconjunctival maupun transcutaneous, dan pilihan teknik perlu disesuaikan dengan kondisi kelopak mata, keberadaan kelebihan kulit, posisi lemak, serta anatomi pasien.

Jadi, Mana Treatment yang Tepat?

Jawabannya bergantung pada penyebab kantung mata atau dark circles yang kamu alami.

Dua orang bisa sama-sama terlihat memiliki “kantung mata”, tetapi penyebabnya dapat berbeda. Yang satu mungkin memiliki tear trough yang dalam, sementara yang lain memiliki lemak orbita yang menonjol atau kombinasi beberapa kondisi sekaligus.

Itulah sebabnya treatment area bawah mata sebaiknya tidak hanya ditentukan dari tampilannya di cermin atau mengikuti treatment yang dilakukan orang lain.

Pemeriksaan langsung membantu dokter melihat struktur area bawah mata dan menentukan pilihan treatment yang paling sesuai.

Konsultasikan Kondisi Area Matamu di GLOSKIN

Kalau area bawah mata tetap terlihat lelah, cekung, gelap, atau berkantung meskipun sudah cukup istirahat, kamu bisa melakukan konsultasi terlebih dahulu untuk mengetahui penyebabnya.

Tim dokter GLOSKIN akan mengevaluasi kondisi area bawah mata dan membantu menentukan pilihan treatment sesuai kebutuhan dan kondisi masing-masing.

Referensi

  • Vrcek I, Ozgur O, Nakra T. Infraorbital Dark Circles: A Review of the Pathogenesis, Evaluation and Treatment. Journal of Cutaneous and Aesthetic Surgery. 2016;9(2):65–72. PubMed
  • Michelle L, Pouldar Foulad D, Ekelem C, et al. Treatments of Periorbital Hyperpigmentation: A Systematic Review. Dermatologic Surgery. 2021;47(1):70–74. PubMed
  • Rao BK, Berger LE, Reilly C, et al. Tear Trough Filler Techniques Utilizing Hyaluronic Acid: A Systematic Review. Plastic and Reconstructive Surgery. 2022;149(5):1079–1087. PubMed
  • Liu X, Gao Y, Ma J, Li J. The Efficacy and Safety of Hyaluronic Acid Injection in Tear Trough Deformity: A Systematic Review and Meta-analysis. Aesthetic Plastic Surgery. 2024;48(3):478–490. PubMed
  • Nahai F, Niazi F, Nahai F, et al. An Overview of Surgical Approaches for Lower Eyelid Blepharoplasty. Aesthetic Surgery Journal. 2023;43(12):1429–1440. PubMed
  • Lower Eyelid Surgical Anatomy and the Implications for Blepharoplasty Surgery: A Systematic Review of Anatomic Studies in the Literature. Systematic review of lower-eyelid anatomy and age-related structural changes.

← Kembali ke Insight

Diskusi

Komentar & Pertanyaan

Bagikan komentar atau pertanyaan Anda tentang artikel ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *