Botox Betis: Bisa Bikin Betis Lebih Kecil dan Ramping?
Betis terlihat besar meskipun berat badan sudah ideal? Penyebabnya belum tentu lemak. Pada sebagian orang, bentuk betis yang terlihat besar dan menonjol berasal dari otot betis yang cukup berkembang , terutama otot gastrocnemius.
Betis terlihat besar meskipun berat badan sudah ideal? Penyebabnya belum tentu lemak. Pada sebagian orang, bentuk betis yang terlihat besar dan menonjol berasal dari otot betis yang cukup berkembang, terutama otot gastrocnemius.
Jika ukuran betis lebih dominan disebabkan oleh otot, Botox betis atau calf Botox dapat menjadi salah satu pilihan untuk membantu membentuk kontur betis agar terlihat lebih ramping.
Lalu, bagaimana Botox bisa membuat betis terlihat lebih kecil? Berapa lama hasilnya bertahan dan apakah treatment ini aman?
Apa Itu Botox Betis?
Botox betis adalah prosedur injeksi botulinum toxin type A pada otot tertentu di area betis, terutama gastrocnemius.
Gastrocnemius adalah otot besar di bagian belakang betis yang ikut menentukan bentuk dan kontur kaki. Pada sebagian orang, otot ini cukup tebal atau menonjol sehingga betis terlihat lebih besar.
Botulinum toxin bekerja dengan mengurangi aktivitas kontraksi otot untuk sementara. Seiring berjalannya waktu, berkurangnya aktivitas otot dapat menyebabkan penurunan volume otot sehingga kontur betis terlihat lebih halus dan ramping.
Penelitian klinis telah menunjukkan adanya penurunan lingkar betis setelah injeksi botulinum toxin A pada pasien dengan hipertrofi gastrocnemius.
Apakah Botox Bisa Mengecilkan Betis?
Bisa pada kondisi tertentu, terutama jika ukuran betis yang besar berasal dari otot. Ukuran betis seseorang dapat dipengaruhi oleh beberapa hal, seperti:
- Ketebalan otot gastrocnemius dan soleus
- Jaringan lemak di area betis,
- Struktur anatomi kaki
- Serta kombinasi antara otot dan lemak.
Karena bekerja pada otot, Botox lebih tepat digunakan untuk calf contouring pada betis yang berotot.
Botox bukan treatment untuk menghancurkan lemak. Karena itu, menentukan penyebab betis terlihat besar menjadi langkah penting sebelum menjalani treatment.
Bagaimana Cara Kerja Botox Betis?
Botulinum toxin bekerja pada hubungan antara saraf dan otot atau neuromuscular junction. Zat ini menghambat pelepasan asetilkolin sehingga kontraksi otot yang diterapi akan berkurang sementara.
Ketika aktivitas gastrocnemius berkurang, secara bertahap dapat terjadi perubahan pada ketebalan dan volume otot.
Hasil akhirnya, prominence otot berkurang sehingga garis betis dapat terlihat lebih ramping dan halus.
Tujuan treatment bukan membuat otot betis berhenti berfungsi sepenuhnya. Dosis dan titik injeksi perlu direncanakan dengan mempertimbangkan anatomi serta fungsi otot kaki.
Siapa yang Cocok Melakukan Botox Betis?
Botox betis terutama dapat dipertimbangkan pada orang yang memiliki prominence atau hipertrofi otot gastrocnemius dan ingin mendapatkan kontur betis terlihat lebih ramping.
Salah satu cara sederhana untuk melihat kontribusi otot adalah dengan berdiri berjinjit atau mengencangkan betis. Jika bagian belakang betis menjadi jauh lebih menonjol saat otot berkontraksi, terdapat kemungkinan komponen otot cukup dominan.
Namun, pemeriksaan tersebut tidak menggantikan evaluasi dokter.
Dokter tetap perlu menilai ketebalan otot, distribusi jaringan lemak, bentuk gastrocnemius, simetri kedua kaki, dan kondisi anatomi lainnya sebelum menentukan treatment.
Berapa Lama Botox Betis Mulai Terlihat?
Hasil Botox betis tidak langsung terlihat setelah penyuntikan.
Botulinum toxin terlebih dahulu bekerja mengurangi aktivitas otot. Setelah itu, perubahan volume dan kontur otot terjadi secara bertahap.
Dalam penelitian mengenai muscular calf contouring, perubahan lingkar betis sudah dapat terukur mulai beberapa minggu setelah treatment dan dapat bertahan selama beberapa bulan.
Studi lain mengenai aesthetic contouring pada gastrocnemius juga melaporkan perbaikan klinis yang masih terlihat hingga sekitar 6 bulan.
Waktu hasil sampai terlihat dapat berbeda pada setiap orang.
Berapa Lama Hasil Botox Betis Bertahan?
Botox memberikan efek sementara.
Beberapa penelitian mengenai penggunaan botulinum toxin untuk calf contouring menunjukkan perubahan yang dapat bertahan sekitar 6 bulan atau lebih pada sebagian subjek penelitian.
Durasi hasil individu dapat dipengaruhi oleh:
• Ukuran dan Ketebalan Otot,
• Aktivitas Fisik,
• Dosis yang Diberikan,
• Jenis Produk Botulinum Toxin,
• Respons Tubuh,
• Serta Karakteristik Anatomi Masing-Masing Pasien.
Karena itu, hasil setiap pasien tidak selalu sama.
Apakah Botox Betis Bisa Menghilangkan Lemak?
Tidak.
Botox bekerja pada aktivitas otot dan bukan dengan menghancurkan sel lemak. Jika betis terlihat besar terutama karena jaringan lemak, Botox mungkin tidak memberikan perubahan ukuran seperti yang diharapkan.
Sebaliknya, jika prominence gastrocnemius menjadi penyebab utama, Botox dapat dipertimbangkan sebagai salah satu pilihan untuk memperbaiki kontur betis.
Inilah alasan konsultasi sebelum treatment menjadi penting.
Apakah Semua Botox Betis Disuntik di Tempat yang Sama?
Tidak di tempat yang sama. Bentuk gastrocnemius dapat berbeda pada setiap orang. Ada pasien dengan prominence yang lebih dominan pada bagian medial, lateral, maupun keduanya.
Penelitian mengenai gastrocnemius hypertrophy bahkan mengembangkan klasifikasi berdasarkan karakteristik bentuk dan tingkat hipertrofi untuk membantu merencanakan treatment botulinum toxin yang lebih individual.
Karena itu, titik injeksi sebaiknya tidak ditentukan hanya berdasarkan pola standar tanpa melihat anatomi pasien.
Apakah Otot Soleus Juga Harus Di-Botox?
Belum tentu.
Selain gastrocnemius, betis memiliki otot soleus yang berada lebih dalam.
Sebuah penelitian membandingkan treatment pada gastrocnemius dengan kombinasi gastrocnemius dan soleus. Keduanya menunjukkan perbaikan kontur serta penurunan lingkar betis, tetapi penambahan injeksi pada soleus tidak menunjukkan manfaat klinis tambahan yang jelas dibandingkan treatment gastrocnemius saja.
Artinya, lebih banyak titik atau lebih banyak otot yang diinjeksi tidak otomatis menghasilkan outcome yang lebih baik. Target treatment perlu ditentukan berdasarkan kondisi individual.
Berapa Unit Botox yang Dibutuhkan untuk Betis?
Tidak ada satu jumlah unit Botox yang tepat untuk semua orang.
Dosis perlu mempertimbangkan ukuran dan ketebalan gastrocnemius, pola hipertrofi, anatomi, target treatment, serta produk botulinum toxin yang digunakan.
Sebuah randomized controlled trial tahun 2024 membandingkan dua dosis botulinum toxin A untuk gastrocnemius hypertrophy dan menemukan bahwa keduanya menghasilkan penurunan lingkar betis, tanpa perbedaan penurunan lingkar yang signifikan antara kelompok dosis yang diteliti.
Hal tersebut juga menunjukkan bahwa dosis yang lebih tinggi tidak selalu berarti hasil estetika yang lebih baik.
Selain itu, unit dari berbagai produk botulinum toxin tidak dapat otomatis dianggap setara. Penentuan dosis perlu dilakukan oleh dokter setelah pemeriksaan.
Apakah Botox Betis Aman?
Botulinum toxin telah digunakan untuk berbagai kebutuhan medis dan estetika. Namun, seperti tindakan medis lainnya, Botox betis tetap memiliki kemungkinan efek samping.
Beberapa efek yang dapat terjadi antara lain nyeri atau rasa tidak nyaman di lokasi injeksi, memar, perubahan sementara pada kekuatan otot, hingga hasil yang kurang simetris.
Otot betis berperan penting untuk berjalan, berdiri, berlari, dan berbagai aktivitas kaki. Karena itu, pemahaman anatomi serta penentuan dosis dan titik injeksi menjadi bagian penting dalam treatment.
Literatur mengenai botulinum toxin untuk leg contouring juga menyebutkan bahwa penelitian lebih lanjut masih diperlukan untuk menentukan dosis efektif minimum dan memahami efek jangka panjangnya secara lebih baik.
Botox Betis di GLOSKIN
Jika merasa betis terlihat besar atau terlalu berotot, langkah pertama adalah mengetahui apa yang membuat betis terlihat besar.
Dokter GLOSKIN akan melakukan evaluasi untuk melihat apakah bentuk betis lebih dominan dipengaruhi oleh otot, jaringan lemak, atau kombinasi keduanya.
Jika prominence otot gastrocnemius menjadi komponen utama dan tidak ditemukan kontraindikasi, dokter dapat mempertimbangkan Botox sebagai salah satu pilihan treatment untuk membantu membentuk kontur betis.
Rencana treatment, area injeksi, dan dosis kemudian disesuaikan dengan anatomi serta kebutuhan masing-masing pasien.
Konsultasikan kondisi betis Anda dengan dokter GLOSKIN untuk mengetahui apakah Botox betis merupakan treatment yang sesuai untuk Anda.
Referensi Jurnal
1. Han WY, Lee YS, Han HH. The Efficacy of Botulinum Toxin A Injection for Gastrocnemius Hypertrophy: A Prospective, Randomized, Double-blinded Controlled Trial. Plastic and Reconstructive Surgery Global Open. 2024;12(5):e5813.
2. Wanitphakdeedecha R, et al. A Pilot Study Comparing the Efficacy of Two Formulations of Botulinum Toxin Type A for Muscular Calves Contouring. Journal of Cosmetic Dermatology. 2018.
3. Lee HJ, et al. Botulinum Toxin A for Aesthetic Contouring of Enlarged Medial Gastrocnemius Muscle. Dermatologic Surgery. 2004.
4. Liu D, Xu X, Wu M, et al. Classification of Gastrocnemius Muscle Hypertrophy for Personalized Botulinum Toxin Type A Treatment. Journal of Cosmetic Dermatology. 2024;23(1):90–98.
5. Li Z, Chong Y, Jin L, et al. Botulinum Toxin Treatment for Calf Contouring Based on the Study of Combined Injection of Gastrocnemius and Soleus. Aesthetic Surgery Journal. 2024;44(5):545–555.
6. Cheng J, Chung HJ, Friedland M, Hsu SH. Botulinum Toxin Injections for Leg Contouring in East Asians. Dermatologic Surgery. 2020;46(Suppl 1):S62–S70.
Diskusi
Komentar & Pertanyaan
Bagikan komentar atau pertanyaan Anda tentang artikel ini.
