Lewati ke konten utama
Gloskin
ID
EN
Healthy-Aging

Anti-Aging Bukan Sekedar Menghilangkan Kerutan: Apa yang Sebenarnya Terjadi pada Kulit?

Mengapa seseorang bisa terlihat lebih tua walaupun kerutannya tidak terlalu banyak?

By dr. Ni Nyoman Ayu Laksmi Trimurti, M.Biomed (AAM), AIFO-K 5 menit baca

Mengapa seseorang bisa terlihat lebih tua walaupun kerutannya tidak terlalu banyak?

Mungkin Anda pernah melihat seseorang yang tampak lebih tua meskipun kerutannya tidak terlalu banyak atau tidak terlalu jelas. Sebaliknya, ada juga orang yang memiliki kerutan lebih terlihat tetapi tetap tampak segar dan awet muda. Hal ini terjadi karena proses penuaan pada wajah berlangsung secara multidimensional, tidak hanya pada permukaan kulit.

Kulit merupakan organ terluas pada tubuh dan berfungsi sebagai pelindung dari berbagai paparan luar, seperti perubahan suhu, gesekan, trauma, hingga gangguan dari lingkungan. Kulit juga tidak hanya terdiri dari satu lapisan. Setiap lapisan memiliki fungsi yang berbeda, dan seiring bertambahnya usia, perubahan dapat terjadi pada beberapa lapisan sekaligus.

Karena itu, kerutan yang terlihat di permukaan kulit hanyalah salah satu tanda dari proses aging. Perubahan pada kolagen, elastin, kadar air, lemak wajah, otot, dan jaringan penyangga juga ikut memengaruhi bagaimana wajah terlihat seiring waktu.

Apa yang Terjadi Saat Mengalami Aging?

Banyak orang mengira proses penuaan baru terjadi secara jelas setelah usia 50 tahun. Padahal, perubahan biologis yang berkaitan dengan aging umumnya mulai berlangsung secara perlahan sejak usia dewasa muda dan kemudian menjadi semakin terlihat seiring bertambahnya usia.

  • Kolagen menurun. Produksi kolagen berkurang seiring bertambahnya usia, sementara proses degradasinya dapat meningkat. Akibatnya, kulit dapat terlihat lebih tipis, kurang kencang, dan lebih mudah membentuk garis atau kerutan.
  • Elastin mengalami perubahan. Elastin membantu kulit kembali ke bentuk semula setelah bergerak atau tertarik. Ketika struktur dan fungsinya menurun, kulit menjadi kurang elastis.
  • Asam hialuronat berkurang. Komponen ini membantu mempertahankan kelembapan dan hidrasi kulit. Ketika jumlahnya menurun, kulit dapat terlihat lebih kering, kusam, dan makeup pun cenderung tidak menempel sebaik sebelumnya.
  • Fungsi skin barrier menurun. Lapisan pelindung kulit dapat menjadi lebih lemah sehingga kulit lebih mudah kering, sensitif, atau terasa tidak nyaman.
  • Perubahan pada otot wajah. Otot wajah terus bekerja sepanjang hidup. Pada area tertentu, perubahan aktivitas dan kekuatan otot dapat membuat garis ekspresi terlihat semakin jelas.
  • Perubahan pada lapisan lemak wajah. Lemak wajah dapat menipis, berkurang, atau bergeser posisinya. Perubahan ini ikut membuat wajah tampak lebih cekung, kurang penuh, atau terlihat kendur.

Akumulasi berbagai perubahan tersebut dapat menimbulkan tanda-tanda penuaan seperti garis halus yang semakin banyak, garis senyum yang lebih dalam, area bawah mata yang tampak lelah atau cekung, pipi yang terlihat turun, serta kontur wajah yang tidak setegas sebelumnya.

Karena aging terjadi pada beberapa lapisan, pendekatan anti-aging juga sering dilakukan secara bertahap dan menyeluruh. Tujuannya bukan hanya menyamarkan kerutan, tetapi menyesuaikan perawatan dengan perubahan yang terjadi pada kulit dan struktur wajah.

Apa Saja yang Memengaruhi Proses Aging?

Secara umum, proses penuaan dipengaruhi oleh dua kelompok faktor utama, yaitu faktor intrinsik dan faktor ekstrinsik.

1. Faktor Intrinsik

Faktor intrinsik berasal dari dalam tubuh dan berkaitan dengan proses biologis serta faktor genetik. Seiring bertambahnya usia, kemampuan sel untuk beregenerasi dan memperbaiki kerusakan secara bertahap menurun.

Produksi kolagen, elastin, dan komponen matriks ekstraseluler juga berkurang. Akibatnya, kulit dapat menjadi lebih tipis, kurang elastis, lebih kering, dan mulai menunjukkan garis-garis halus.

Perubahan hormon juga berperan penting. Pada perempuan, misalnya, penurunan estrogen setelah menopause dapat memengaruhi produksi kolagen, hidrasi kulit, ketebalan kulit, serta distribusi lemak wajah. Selain itu, faktor genetik turut menentukan kecenderungan setiap orang terhadap pola penuaan tertentu.

2. Faktor Ekstrinsik

Faktor ekstrinsik berasal dari lingkungan dan gaya hidup. Salah satu faktor terbesar pada penuaan kulit adalah paparan sinar ultraviolet (UV). Paparan UV dapat meningkatkan pembentukan reactive oxygen species (ROS), merusak kolagen dan elastin, serta meningkatkan aktivitas enzim matrix metalloproteinases (MMPs) yang berperan dalam degradasi kolagen.

Proses ini dikenal sebagai photoaging dan dapat menyebabkan keriput, pigmentasi tidak merata, perubahan tekstur kulit, serta penurunan elastisitas.

Selain paparan UV, polusi udara, asap rokok, konsumsi alkohol berlebihan, pola makan yang kurang seimbang, kurang tidur, stres berkepanjangan, dan kurangnya aktivitas fisik juga dapat meningkatkan stres oksidatif serta proses inflamasi yang berpotensi mempercepat aging.

Tanda-tanda penuaan yang terlihat pada kulit merupakan hasil interaksi yang kompleks antara faktor intrinsik dan ekstrinsik. Karena itu, upaya memperlambat penuaan sebaiknya tidak hanya berfokus pada skincare atau treatment, tetapi juga pada kebiasaan sehari-hari.

Apa yang Bisa Dilakukan untuk Memperlambat Proses Aging?

Proses penuaan merupakan proses biologis alami yang tidak dapat dihentikan. Namun, munculnya tanda-tanda penuaan dapat diperlambat dengan menjaga kesehatan tubuh, melindungi kulit, dan menjalani gaya hidup yang lebih teratur.

1. Menjaga Pola Makan dan Gaya Hidup

Konsumsi protein, sayur, buah, biji-bijian, serta sumber lemak sehat dapat membantu mendukung pembentukan dan perbaikan jaringan tubuh. Sebaiknya batasi makanan tinggi gula dan makanan ultra-proses, serta hindari rokok dan konsumsi alkohol berlebihan karena dapat meningkatkan inflamasi dan berkontribusi pada kerusakan kolagen.

Tidur yang cukup, pengelolaan stres, dan aktivitas fisik rutin juga penting. Olahraga membantu mendukung sirkulasi darah, sedangkan tidur memberi kesempatan bagi tubuh untuk menjalankan proses regenerasi.

2. Menggunakan Sunscreen Secara Rutin

Sunscreen merupakan salah satu langkah paling penting dalam perawatan anti-aging karena membantu melindungi kulit dari paparan sinar ultraviolet. Gunakan sunscreen minimal SPF 30 setiap pagi dan aplikasikan secara merata pada wajah, leher, telinga, serta area tubuh lain yang terpapar.

Penggunaan sunscreen perlu diulang sesuai aktivitas, kondisi lingkungan, dan petunjuk produk, terutama setelah berkeringat, berenang, atau terpapar matahari dalam waktu lama. Perlindungan tambahan seperti topi, kacamata hitam, dan mengurangi paparan langsung saat sinar matahari sangat terik juga dapat membantu.

3. Menjaga Rutinitas Skincare

Skincare harian dapat membantu menjaga fungsi skin barrier dan kualitas kulit. Gunakan pembersih wajah yang sesuai dengan jenis kulit, pelembap secara rutin, dan hindari penggunaan produk yang terlalu keras hingga menyebabkan kulit kering atau iritasi.

Kandungan seperti retinoid, vitamin C, niacinamide, dan peptide dapat dipertimbangkan sesuai kondisi kulit. Penggunaannya sebaiknya dilakukan secara bertahap dan, terutama untuk bahan aktif tertentu, berdasarkan rekomendasi dokter atau tenaga medis yang kompeten.

4. Mempertimbangkan Perawatan Estetika

Perawatan estetika dapat menjadi salah satu pilihan untuk membantu menjaga kualitas kulit dan menangani tanda-tanda aging. Karena proses penuaan terjadi pada beberapa lapisan, jenis treatment yang dibutuhkan setiap orang dapat berbeda.

Pada lapisan kulit bagian atas, pilihan perawatan dapat mencakup chemical peeling, laser, radiofrequency, microneedling, skin booster, atau biostimulator, yang disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan kulit. Perawatan ini dapat ditujukan untuk membantu memperbaiki hidrasi, tekstur, pigmentasi, serta menstimulasi kolagen sehingga kulit terlihat lebih sehat, firm, dan bercahaya.

Pada lapisan atau struktur yang lebih dalam, dokter dapat mempertimbangkan treatment seperti botulinum toxin, filler, ultrasound-based treatment, atau thread lift untuk membantu memperbaiki aktivitas otot, volume, proporsi, maupun kontur wajah.

Anti-Aging Bukan Tentang Terlihat Lebih Muda dengan Cara Berlebihan

Aging memang tidak dapat dicegah, tetapi prosesnya dapat diperlambat dan dikelola dengan pendekatan yang tepat. Perawatan anti-aging sebaiknya tidak hanya berfokus pada menghilangkan kerutan, tetapi juga menjaga kesehatan dan kualitas kulit, mempertahankan struktur wajah, serta menyesuaikan kebutuhan setiap individu.

Tujuan akhirnya adalah membantu wajah menua dengan sehat, tetap terlihat segar, proporsional, dan natural – sehingga Anda tetap terlihat seperti diri sendiri dalam versi terbaiknya.

Catatan: Jenis skincare dan treatment anti-aging sebaiknya disesuaikan dengan kondisi kulit, usia, riwayat kesehatan, serta hasil pemeriksaan dokter. Hasil perawatan dapat berbeda pada setiap orang.

← Kembali ke Insight

Diskusi

Komentar & Pertanyaan

Bagikan komentar atau pertanyaan Anda tentang artikel ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *